MAJELIS TA'LIM IMAM SYAFI'I KENDAL DIBENTUK PADA TANGGAL 10-FEBRUARI-2013 UNTUK MEMPELOPORI TERBENTUKNYA LEMBAGA DAKWAH IMAM SYAFI'I ( LDIS ). KEMUDIAN LEMBAGA INI BERNAUNG DIBAWAH YAYASAN IMAM SYAFII
Tampilkan postingan dengan label Fatwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fatwa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2013

Polemik Arah Kiblat, Oleh: Ustadz Abdullah Zaen,Lc. MA

HARUSKAH BERPOLEMIK MENGENAI ARAH KIBLAT?
  • ·Prolog
Belakangan ini, polemik mengenai arah kiblat semakin menghangat. Bukan hanya di daerah tertentu, melainkan sudah menjadi isu nasional. Tulisan, ceramah dan diskusi resmi maupun tidak, banyak diadakan untuk membahas masalah ini. Ada yang berbicara berdasarkan ilmu, namun tidak sedikit yang berbicara berdasarkan emosional belaka. Ini berkenaan dengan wacana yang dilontarkan.
Adapun implementasinya di ‘dunia nyata’, ada yang berusaha merubah arah kiblat di masjidnya dengan cara yang bijak dan santun. Tetapi ternyata ada pula yang memilih jalan ‘kekerasan’ dan intimidasi, tanpa memperhatikan kaidah pertimbangan maslahat dan madharat.
Sebenarnya permintaan untuk membahas permasalahan ini telah cukup lama dilontarkan ke penulis. Namun karena satu dan lain hal, terutama kesibukan merintis pesantren dan berdakwah, keinginan tersebut baru bisa terealisasikan sekarang. Semoga tulisan sederhana berikut bisa turut memberikan andil dalam mengurai benang kusut permasalahan ini. Amien…

Minggu, 16 Desember 2012

Hukum Ucapan ‘Ya Muhammad!’

Hukum Ucapan ‘Ya Muhammad!’
Tanya:
Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya mengenai ucapan sebagian orang, “Ya Muhammad! Ya Ali! Ya Jailani!” ketika mendapatkan suatu musibah. Apa hukumnya?
Jawab:
Bila yang dimaksud penanya adalah berdoa dan meminta pertolongan kepada mereka yang disebut namanya ini, maka pelakunya telah berbuat kesyirikan besar yang mengeluarkannya dari agama. Dan jika demikian, maka dia wajib bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla dan berdoa hanya kepada-Nya semata. Sebagaimana pada firman-Nya:
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ
”Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada sembahan (yang lain)?” (QS. An-Naml: 62)
Selain dia adalah seorang musyrik, dia juga merupakan orang yang bodoh lagi menyia-nyiakan dirinya sendiri. Sebagaimana yang tersebut dalam firman Allah lainnya: